-

Hai, aku Ayu Assyamsi.

Kalau kamu sampai di halaman ini, berarti kamu pengen dapetin jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini:
“Sebenernya Ayu ini siapa sih?” “Kok pendekatannya beda?” “Kok bahas cinta tapi nyambung ke hidup secara keseluruhan?”

Jawabannya sederhana.

Karena aku juga pernah berada di fase capek, bingung, muak, frustrasi, kecewa, ngenes, geregetan, hopeless, marah, kesel sama hidupku.

Jadi, percintaan hanyalah satu dari sekian banyak aspek yang bikin aku ngrasain rasa-rasa yang udah kutulis di atas tuh.
-

Hai, aku Ayu Assyamsi.

Kalau kamu sampai di halaman ini, berarti kamu pengen dapetin jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini:

“Sebenernya Ayu ini siapa sih?”
“Kok pendekatannya beda?”
“Kok bahas cinta tapi nyambung ke hidup secara keseluruhan?”

Jawabannya sederhana.

Karena aku juga pernah berada di fase capek, bingung, muak, frustrasi, kecewa, ngenes, geregetan, hopeless, marah, kesel sama hidupku.

Jadi, percintaan hanyalah satu dari sekian banyak aspek yang bikin aku ngrasain rasa-rasa yang udah kutulis di atas tuh.

Dari dating, ke pikiran, ke kehidupan

Awalnya aku juga melakukan apa yang kebanyakan orang lakukan:
  • Koleksi dating advice
  • Ngikutin teori-teori relationship
  • Dengerin wejangan dari sana-sini
  • Nyobain berbagai pendekatan

Sebagian works. Sebagian lagi bikin tambah ribet. Sampai akhirnya aku menyadari satu hal penting ini, yang jadi momen AHA pertamaku: masalahnya ada di dalam diriku, spesifiknya adalah... di dunia pikiran dan kehidupan yang belum beres.

Dari situlah, aku mulai masuk lebih dalam ke dunia psikologi cinta DAN psikologi kehidupan.

Kenapa aku fokus ke psikologi kehidupan

Dalam perjalananku belajar, ketemu klien-klien baik buat sesi coaching maupun terapi, dan riset mandiri, aku menemukan satu pola yang konsisten bahwa:

"Keberhasilan dalam cinta hampir selalu sejalan dengan keberhasilan seseorang dalam menguasai hidupnya sendiri (di luar percintaan). "

Orang yang hidupnya kacau, penuh konflik dan luka batin, emosi negatifnya menumpuk, arah hidup yang gak jelas karena gak punya tujuan hidup… akan membawa kondisi itu ke dalam area percintaan.

Makanya, buatku, ngebahas cinta tanpa ngebahas hidup secara utuh itu setengah-setengah. Aku memiliki ketertarikan lebih untuk bantuin orang jadi waras, utuh, dan mindful dalam memilih pasangan serta menjalani hubungan.

Pendekatan dan keilmuan yang kugunakan

Pendekatanku dan keilmuanku 80% adalah gabungan dari pembekalanku di Alive Mastery Coach Institute (AMCI) -sebuah institusi yang sedang kukembangkan bersama Master Coach Andrew Peterson- yang dimatangkan oleh hasil temuan-temuanku yang ada di lapangan sepanjang karierku sebagai life coach spesialis cinta.

Beberapa tools utama yang kupakai adalah:
  • membereskan tiga jenis blockings: emotional blocks, mental blocks, dan life blocks
  • memahami cara kerja lima dunia pikiran: pikiran sadar, pikiran bawah sadar, pikiran tubuh, pikiran energi, dan pikiran spiritual
  • menggunakan coaching framework yang tepat dan efektif
  • merumuskan masa depan klien secara jelas
  • dan mendampingi klien menjalani perubahan yang benar-benar klien butuhkan

Makanya, di seluruh produk dan layananku, aku selalu fokus ke: MINDFULNESS.
-
Per tahun keenamku sebagai life coach yang 2 tahun terakhir memilih spesifikasi percintaan, aku telah mendampingi 50+ klien melalui sesi coaching, dengan latar belakang yang sangat beragam:
  • Tinggal di Indonesia maupun luar negeri
  • Jam terbang relationship rendah sampai tinggi
  • Riwayat luka, trauma, dan kegagalan yang berbeda-beda
Satu benang merahnya sama: Mereka ingin berhenti mengulang pola yang sama. Dan itu hanya bisa terjadi ketika seseorang sudah melakukan pemberesan-pemberesan ini:
  1. Pemberesan diri tentang jati diri, citra diri, dan kepercayaan diri secara umum
  2. Pemberesan diri tentang pemahaman kesuksesan dan keberhasilan
  3. Pemberesan diri tentang target hidup, makna hidup, dan program hidup
  4. Pemberesan diri tentang keuangan
  5. Pemberesan diri tentang karier/bisnis
  6. Pemberesan diri tentang psikologi cinta

Aku tidak menjanjikan keajaiban...

Aku tidak menjanjikan:
  • Kamu langsung dapat pasangan
  • Hubunganmu langsung mulus
  • Hidupmu tiba-tiba sempurna
Yang aku fasilitasi adalah:
  • Kejelasan
  • Kewarasan
  • Kesadaran
  • Pondasi hidup dan cinta yang lebih sehat
Dari situ, hasil akan mengikuti dengan sendirinya.

Dan aku cocok mendampingimu jika:

  • Kamu capek muter-muter di pola yang sama
  • Kamu sudah belajar banyak tapi hasilnya stagnan
  • Kamu siap melihat dirimu sendiri secara utuh
  • Kamu ingin hubungan yang berlandaskan kesadaran penuh
-
@2026 PT. Ayu Assyamsi Coaching Inc.