Kesadaran itu membawa saya mendalami psikologi cinta dan psikologi kehidupan secara menyeluruh, melalui pembelajaran, praktik coaching, terapi, dan riset lapangan. Saya menemukan satu pola yang konsisten: individu yang hidupnya dipenuhi konflik batin, luka emosional, emosi negatif menumpuk, dan arah hidup yang kabur hampir selalu membawa kondisi tersebut ke dalam relationship.
Atas dasar itu, saya memilih pendekatan yang utuh. Bagi saya, membahas cinta tanpa membahas kehidupan menghasilkan solusi yang tidak tuntas. Fokus saya adalah mendampingi individu agar lebih waras, utuh, dan mindful dalam memilih pasangan serta menjalani hubungan.
Pendekatan ini berakar dari pembekalan saya di Alive Mastery Coach Institute (AMCI) yang saya kembangkan bersama Coach Andrew Peterson, lalu dimatangkan melalui temuan lapangan selama praktik coaching. Memasuki tahun keenam sebagai life coach, dengan dua tahun terakhir berfokus pada percintaan, saya telah mendampingi lebih dari 50 klien dari dalam dan luar negeri dengan latar belakang dan luka yang beragam.
Saya tidak menjanjikan keajaiban instan.
Saya tidak menjanjikan pasangan dalam waktu singkat.
Yang saya fasilitasi adalah kejernihan berpikir, kewarasan emosional, kesadaran diri, dan pondasi kehidupan yang lebih sehat. Dari pondasi itu, perubahan akan mengikuti secara alami.
Saya paling efektif mendampingi individu yang telah lelah mengulang pola yang sama, siap melihat dirinya secara utuh, dan menginginkan relationship yang berlandaskan kesadaran penuh.